Anak Kepala Suku di Papua Jadi Salah Satu Korban Tewas Serangan KKB

D'On, Papua,- Kepala Suku Kabupaten Puncak Abelom Kogoya meminta agar tidak ada lagi tempat bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Ia meminta agar masyarakat menolak kehadiran kelompok ini.


Hal itu disampaikan Abelom pasca penembakan anak Kepala Suku Dani, Beby Tabuni yang turut menjadi satu dari delapan karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) korban tewas tertembak KKB pada Selasa (1/3). Beby merupakan orang asli Papua yang menjadi korban dalam insiden berdarah itu.

"Saya tidak mau lagi mereka datang tembak-tembak tempat saya, kalau mereka berbuat lagi saya minta aparat keamanan langsung amankan mereka dan diproses," kata Abelom saat pemakaman Beby sebagaimana disiarkan keterangan tertulis Polda Papua, Rabu (9/3).

Dalam hal ini, Abelom sebagai kepala suku menyampaikan permintaan tersebut di hadapan seluruh masyarakat Ilaga yang mendatangi pemakaman Beby Tabuni.

Menurutnya, pimpinan suku-suku di Kabupaten Puncak telah menolak kehadiran KKB di sana. Ia pun menambahkan apabila kelompok separatis itu datang, masyarakat dihimbau agar tak menerima.

Abelom menyatakan bahwa kelompok separatis yang kini telah dicap sebagai teroris oleh pemerintah itu bukan bagian dari saudara mereka lagi.

"Kalau dianggap saudara tidak mungkin anak ini Beby Tabuni mereka bunuh, mereka cuma buat hancur kota ini, mereka bakar, mereka membunuh," ucap dia.

Sebagai informasi, delapan warga sipil itu berada di Kamp Pala Timur Telematika saat peristiwa penembakan tersebut. Menurut kronologi versi TNI, semula seorang karyawan tengah memperbaiki Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel di Distrik Beoga.

Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga menjelaskan bahwa seorang karyawan berinisial AL melaporkan kejadian penyerangan terhadap karyawan PTT yang sedang memperbaiki BTS.

Ia menambahkan, insiden itu terekam dalam CCTV Tower PTT. Menurut dia, salah seorang karyawan berinisial NS kemudian meminta bantuan penyelamatan di Tower BTS 3.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) --disebut aparat KKB-- mengakui keterlibatannya dalam penembakan delapan orang tersebut.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan bahwa pihaknya menembak mati Beby yang merupakan orang asli Papua karena kerap memberikan informasi kepada aparat TNI-Polri.

"Debi Tabuni yang dibunuh di Beoga bersama dengan orang immigrants Indonesia itu adalah Agen informan TNI Polri yang selalu memberikan informasi keberadaan pasukan TPNPB," kata Sebby.


(mjo/wis)

#KKB #TPNPB #AnakKepalaSukuTewasTertembak

Powered by Blogger.