27 TKI Masih Hilang usai Kapal Karam di Malaysia, Bakamla Kirim Armada

D'On, Johor (Malaysia),- Badan Keamanan Laut (Bakamla) menerjunkan Kapal Patroli untuk membantu proses evakuasi korban kapal pengangkut migran ilegal di wilayah Johor, Malaysia, pada Rabu (15/12).


"(Bakamla) siap menggerakkan unsur KN Belut Laut-406 untuk membantu pelaksanaan evakuasi korban," kata Kepala Bagian Humas Bakamla Kolonel Wisnu Pramandita dalam keterangan tertulis, Kamis (16/12).

Pihaknya saat ini masih berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah Malaysia terkait proses bantuan evakuasi tersebut.

Pasalnya, kata dia, evakuasi kapal karam yang terjadi di wilayah perairan Malaysia itu memerlukan izin lebih lanjut. Menurutnya, komunikasi antara kedua pihak terus terjalin.

Wisnu mengatakan, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) telah secara langsung memberikan informasi kepada Bakamla terkait insiden tersebut. Ia menyebutkan, informasi diterima langsung oleh Kepala Puskodal Bakamla Kolonel Jan Lucky Boy.

"Dalam keterangannya, kapal membawa 60 TKI mengalami karam akibat cuaca buruk," jelas dia.

Hasil evakuasi yang dilakukan pihak APMM, ada 22 orang, yang terdiri dari 20 laki-laki dan 2 perempuan, dikabarkan selamat. Sementara, 11 orang, yang terdiri dari 7 laki-laki dan 4 wanita, ditemukan meninggal.

"Sedangkan sebanyak 27 orang masih dalam proses pencarian," tambahnya.

Sebagai informasi, kapal pengangkut 60 imigran ilegal dari Indonesia itu tenggelam di sekitar 0,3 mil laut sebelah tenggara Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor.

"Boat (kapal) ini adalah boat (kapal) ilegal. Belum diketahui berasal dari mana," ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia, Judha Nugraha, kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/12).


(mjo/arh/cnn)

Powered by Blogger.