Penumpang dari Luar Negeri Kini Bisa Bawa Minuman Alkohol Maksimal 2.250 ml

D'On, Jakarta,- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi merelaksasi aturan minuman alkohol impor. Beleid itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 tahun 2021 tentang kebijakan dan pengaturan impor.


Dalam beleid tersebut, turut diatur mengenai impor minuman beralkohol impor dan batasan minuman alkohol impor yang diperbolehkan dibawa ke Indonesia.

Dalam lampiran barang yang dikecualikan impornya dan tidak dilakukan untuk kegiatan usaha (XXIII) tentang minuman beralkohol nomor 128 Permendag nomor 20 tahun 2021, salah satu kategori pengecualian yakni barang bawaan penumpang untuk dikonsumsi sendiri.

"Paling banyak 2.250 ml per orang," demikian bunyi dalam lampiran tersebut.

Peraturan Mendag ini menggugurkan aturan sebelumnya, yakni Permendag Nomor 20 tahun 2014 dan Permendag Nomor 25 tahun 2019. Hal itu ditegaskan dalam dalam pasal 53 poin d beleid tersebut.

"Ketentuan mengenai pengadaan Minuman Beralkohol yang berasal dari Impor sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 493) yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2019 tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 341), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku," demikian bunyi pasal 53 poin d Permendag 20 tahun 2021.

Adapun dalam pasal 27 Permendag nomor 20 tahun 2014, diatur setiap orang dari luar negeri dilarang membawa minuman beralkohol untuk dikonsumsi sendiri paling banyak 1.000 mililiter per orang dengan isi kemasan tidak kurang dari 180 mililiter.

Perubahan aturan tersebut disoroti Ketua MUI Cholil Nafis. Menurut dia, beleid terbaru tersebut memang memihak kepentingan wisatawan asing agar datang ke Indonesia, tetapi merugikan anak bangsa dan pendapatan negara.

"Kerugian negara terletak pada perubahan pasal 27 Permendag tahun 2014 yang menyatakan bahwa pengecualian bawaan minuman beralkohol (minol) boleh di bawah 1000 ml menjadi longgar di Permendag No. 20 tahun 2021 bahwa minol bawaan asing boleh 2500 ml. Pastinya ini menurunkan pendapatan negara," katanya.


(*)

Powered by Blogger.