Breaking News

Gatot Kenang Kiprah Andika Perkasa yang Pernah Gagal Promosi jadi Kolonel

D'On, Jakarta,-  Mantan Panglima TNI, Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo mengenang kiprah militer calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.


Gatot bercerita, bahwa ia pernah mengajukan promosi jabatan Kolonel kepada Andika Perkasa ketika masih berpangkat Letnan Kolonel di medio 2008-2009. Namun, akhirnya pengajuan promosi itu mengalami kegagalan.

Promosi itu hendak diberikan kepada Andika ketika masih menjadi anak buah Gatot di Kodiklat TNI AD. Pada kurun waktu 2008-2009, Andika sempat menjabat sebagai Kepala Bagian Perencanaan Kodiklat TNI-AD. Saat itu, pangkat Andika masih Letnan Kolonel. Sementara Gatot saat itu menjabat sebagai Direktur Latihan Kodiklat TNI AD dengan pangkat Brigjen TNI.

"Tetapi saya pada saat itulah yang mengajukan Pak Andika untuk bisa naik pangkat mendahului teman-temannya menjadi Kolonel. Tapi karena sesuatu hal saya gagal menaikkan beliau sebagai kolonel," kata Gatot seperti yang dikutip di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (4/11).

Meski demikian, Gatot tak membeberkan alasan kegagalan pengajuan promosi jabatan kepada Andika. Gatot hanya menyatakan bahwa Andika pantas mendapatkan promosi tersebut.

"Dari ini sudah saya sampaikan bahwa berdasarkan kompetensi beliau punya keunggulan sendiri," kata dia.

Lebih lanjut, Gatot menilai bahwa Andika semasa menjadi anak buahnya mampu mengerjakan dan menyelesaikan tugas lebih baik ketimbang orang lain. Karenanya, hal tersebut menjadi potensi dan keunggulan tersendiri bagi Andika.

Gatot pun berharap nantinya Andika bisa menciptakan konsolidasi antara tiga matra TNI saat menjadi Panglima. Ia juga meminta Andika tetap memegang prinsip bahwa TNI merupakan tentara Rakyat dan tentara pejuang.

"Kemudian masalah diplomasi, saya pikir tidak diragukan lagi, sebagai KSAD dia sudah menunjukkan itu semuanya," kata dia.

Presiden Joko Widodo telah mengusulkan Andika Perkasa sebagai calon tinggal Panglima TNI menggantikan Marsekal jadi Tjahjanto.

Jokowi mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR. Surat tersebut sudah diterima oleh Ketua DPR Puan Maharani pada Rabu (3/11).

Dipilihnya Andika sebagai Panglima TNI mengakhiri teka-teki bursa pencalonan Panglima TNI yang ramai belakangan ini. Sebelumnya, calon Panglima TNI sempat diramaikan oleh nama Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono, selain nama Andika.

(rzr/ugo/cnn)