Densus 88 Bekuk Penasehat JI, Diduga Pelaku Pernah Ikut Latihan Militer di Filippina

D'On, Jakarta,- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris berinisial SH, di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/9/2021) kemarin. Dia merupakan anggota dewan syuro atau penasihat jaringan Jamaah Islamiyah (JI), dan pernah mengikuti latihan militer, di Moro, Filipina.

"Pernah mengikuti pelatihan militer di Moro, Filipina Selatan," ujar Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Anti-teror Polri Kombes Pol Aswin Siregar, Sabtu (11/9/2021).


Dikatakan Aswin, selain merupakan salah satu anggota dewan syuro atau penasihat Jamaah Islamiyah, SH juga menjabat sebagai pembina Perisai Nusantara Esa.

"SH merupakan anggota pembina Perisai pada tahun 2017," ungkapnya.

Menurut Aswin, SH juga pernah memberikan uang sebesar Rp 40 juta kepada tersangka teroris Patria melalui Sholeh Habib, pada tahun 2013-2015.

"SH pernah memberikan infaq sebesar Rp 40 juta pada tahun 2013-2015, kepada Patria melalui Sholeh Habib yang telah tertangkap dalam operasi sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Densus 88 Antiteror juga menangkap tiga terduga teroris berinsial AR, MEK dan S alias MT, di lokasi berbeda, di Depok dan Bekasi, Jawa Barat.

Aswin menuturkan, AR pernah ditangkap pada tahun 2004 silam, karena terbukti menyembunyikan terpidana mati bom malam Natal 2000 dan bom Bali 2002, Ali Gufron. Ketika itu AR divonis hukuman 3,5 tahun penjara.

"Pada tahun 2004, AR divonis 3,5 tahun penjara oleh pengadilan. AR adalah sosok yang dalam beberapa tahun belakangan sesekali tampil dalam pemberitaan dan media sosial," katanya.

Sedangkan dua terduga teroris S dan MEK, tambah Aswin, diketahui pernah aktif menjadi pembina dan ketua Perisai Nusantara pada tahun 2017 hingga 2020.


Sumber: BeritaSatu.com


Powered by Blogger.