Surya: DPD Projo Sumbar Komitmen untuk Mengawasi Setiap Proyek Pembangunan


D'On, Padang (Sumbar),- Seperti yang diberitakan sebelumnya terkait Pelaksanaan giat proyek pembangunan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kota Padang di wilayah Batang Arau, yang nampak masih carut marut ditanggapi Ketua DPD Projo Sumatera Barat.

Ketua DPD Projo Sumatera Barat Muhammad Husni melalui Wakil Sekretarisnya mengatakan, bahwa proyek ini diduga menyalahi spesifikasi teknis, apalagi proyek ini akan di PHO (Provisional Hand Over) / serah terima pertama.

"Jelas sekali ada dugaan penyimpangan dalam pekerjaan, yang mana seharusnya pekerjaan ini terlihat rapi namun nyatanya dilapangan pekerjaan banyak yang rusak, ada apa di pekerjaan ini ?, ucap Surya Sutan Sari Alam kala ditemui media ini pada Jumat (27/8/2021) di kawasan Bandar Purus siang tadi.

Jika pekerjaan ini sempat di PHO sebelum ada perbaikan tentu saja ini ada dugaan kongkalingkong antara pihak kontraktor pelaksana dengan pihak terkait. Ini harus cepat ditanggapi seperti kata Kepala Balai Kusworo yang mana sebelumnya mengatakan bahwa pekerjaan ini harus sesuai spesifikasi teknis dan perundang-undangan yang berlaku, pasalnya ini bisa mengakibatkan kerugian negara, tambah Surya yang juga didampingi Wahyu Iramana Putra Ketua PPM Sumatera Barat.

Sebagaimana diketahui, kegiatan yang menggunakan dana Islamic Development Bank ini digawangi oleh Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar (BPPW Sumbar) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, dengan anggaran senilai Rp.8,3 Miliar lebih, yang dikerjakan oleh PT. Bintang Melenium

Perkasa selaku kontraktor pelaksana dan TMC - Innerindo Dinamika sebagai Konsultan Supervisi.

Dari informasi yang dihimpun, saat ini kegiatan pembangunan telah selesai, dan dalam proses PHO (Provisional Hand Over) / serah terima pertama.

Dari penelusuran media ini dilapangan,  terlihat hasil hamparan perkerasan lentur (Hotmix) sangat kasar dan bergelombang, serta baut pada bagian pagar banyak yang tidak terpasang, bahu jalan sudah mengalami keretakan, listrik belum mengalir, lampu belum terpasang dan lainnya.

Sebagaimana yang tertuang dalam dokumen kontrak, sudah sesuaikah jenis kelas Hotmix (AC-WC) dan ketebalan Hotmix yang terhampar, kualitas beton pada bahu jalan, item drainase, taman dan item trotoar, sudah sesuaikah?, hal ini masih menjadi pertanyaan besar. 

Surya menuturkan jika pekerjaan tidak dibongkar atau diperbaiki maka DPD Projo Sumbar akan melayangkan surat resmi kepada Kementrian PUPR, sesuai seperti kata Kepala Balai bahwa pekerjaan ini harus sesuai spesifikasi teknis dan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

"Seperti kata Ketua Dewan Pembina Projo, Presiden Joko Widodo saat Rakernas pada 2019 silam, bahwa setiap DPD Projo wajib mengawasi dan memantau setiap pembangunan di wilayah masing-masing, jika terjadi penyimpangan dalam pembangunan harus segera dilaporkan agar negara tidak mengalami kerugian," ungkap Surya.

Selain kegiatan pembangunan infrastruktur pembenahan lingkungan dikawasan Batang Arau Kota Padang, kegiatan yang dikelola oleh PPK yang sama diwilayah Kota Solok dan Bukittinggi diprediksi juga kurang memenuhi standar spesifikasi teknis.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai, saat dikonfirmasi via pesan WA pada Kamis (28/8/2021) lalu, Ia mengatakan bahwa pekerjaan ini harus sesuai spesifikasi teknis dan perundangan yang berlaku di negara Indonesia.

(mond)

Powered by Blogger.