Tewas Mengenaskan, Punggung dan Kepala Dibacok, Orang Tua Curiga Pelaku Suaminya

D'On, Bekasi (Jabar),- Jasad wanita korban pembunuhan di Tambun, tepatnya di Perumahan Griya Asri 2 langsung dibawa polisi ke RS Polri Kramat Jati, Senin (26/4/2021).

Di lokasi tempat Wulandari (27) ditemukan tewas mengenaskan, polisi memasang garis dan mencari barang bukti.

“Kami masih melakukan penyelidikan termasuk mengidentifikasi jasad korban dan sempat menemukan beberapa bekas kekerasan di tubuh korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Tambun, Iptu Gunawan Pangaribuan.

“Namun kami masih menunggu hasil otopsi RS Polri Kramat Jati, mengingat kondisi korban yang sudah mulai membengkak dan mengeluarkan aroma tidak sedap,” tambah dia.

Lanjut Gunawan, beberapa saksi telah kita dimintai keterangan termasuk keluarga korban.

“Dan juga mencari keberadaan suami korban yang menghilang dengan ditemukannya jasad korban. Nanti kita jelaskan setelah hasil otopsinya selesai,” ucap dia.

Wulandari ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan bersimbah darah di rumah kontraknya, Blok E-13 nomor 23. Sebelumnya pihak keluarga mengaku kehilangan kontak dengan anaknya sejak 23 April.

Di belakang kepala dan punggung korban terdapat luka bacok senjata tajam.

“Saya terakhir ketemu anak saya Wulandari pada hari Jumat, dan tidak lagi mendapat kabar, sedangkan suami korban menghilang dengan juga menghilangnya korban tanpa kabar” tutur Ayah korban Muhamad Toha (60).

Diberitakan sebelumnya, peristiwa pembunuhan terjadi di Griya Asri 2 terjadi pada Minggu (25/4/2021) malam. Penghuni rumah Blok E-13, nomor 23, yang bernama Wulandari (27) tewas bersimbah darah.

Bagian belakang kepala dan punggung korban terdapat bekas bacokan senjata tajam.

Ayah korban, Muhammad Toha (60), pada awalnya merasa curiga soal keberadaan korban yang terakhir kali dia temui pada 23 April 2021.

Dia sempat melaporkan kasus hilangnya korban ke Polsek Tambun.

Dia meyakini hal pelaku di balik semua ini adalah suami korban yang bernama Muhammad Yusuf, seorang warga negara India.

“Saya sangat yakin pelakunya suami korban. Karena selain kerap bertengkar. Suami korban sempat mengancam korban dengan akan disiram menggunakan air keras, dan korban memang kerap mengeluh kepada saya perihal kekerasan yang kerap dilakukan suaminya terhadap korban,” kata dia.


(via/pojoksatu)

Powered by Blogger.