Breaking News

Bubarkan Pengajian Online, Akun Komisaris Independen PT Pelni Diserang Kelompok Radikalis

D'On, Jakarta,- Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto bersuara setelah membubarkan pengajian online menjelang Ramadan, mengaku akun media sosialnya diserang oleh kelompok radikalis.

Dede Budhyarto seperti yang dikutip akun Twitternya mengku tidak ambil pusing dengan serangan di medsos tersebut dan mengaku suah biasa.

"Semua akun sosmed saya dihajar gerombolan radikalis. Sudah biasa senyumin aja," twit Dede Budhyarto, Sabtu (10/4/2021).

Dede Budhyarto sebelumnya menuai sorotan setelah mengabarkan kalau pejabat di jajarannya yang menyelenggarakan kajian online Ramadan telah dicopot semua akun sosmed saya dihajar gerombolan radikalis. Sudah biasa senyumin aja...????????

— Dede Budhyarto (@kangdede78) April 9, 2021. 

Alasannya, menurut Dede, karena isu radikalisme. Tak hanya mencopot pejabat terkait, PT Pelni juga membatalkan kajian online Ramadan tersebut.

"Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162 dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN," tulis dia.

Relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres lalu ini pun mengingatkan kepada seluruh jajaran BUMN agar tidak segan-segan mencopot pegawainya yang terlibat radikalisme.

"Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS," kata dia.

Dede mengaku berhasil mendidik anaknya menjadi penghafal Alquran sejak usia 8 tahun.

“Kalau belum bisa seperti saya mendidik anak di usia 8 tahun sudah hafal 30 juz Alquran, ndak usah sok nasehatin dengan ayat-ayat yang saya tahu itu cuma copy paste dari WAG,” cetus Dede.

Dede membagikan foto anaknya yang telah menjadi penghafal Alquran sejak usai 8 tahun.

“Foto: Anak saya Kenia Alysha Putri, usia 12 tahun, sudah hafal 30 juz Alquran sejak usia 8 tahun,” pungkas Komisaris PT Pelni ini.


(*)