Pesan Terakhir Melani Trump Sebagai Ibu Negara : Kekerasan Tidak Bisa Dibenarkan

D'On, Amerika Serikat,- Ibu negara Melania Trump merilis sebuah pesan perpisahan pada Senin, menggambarkan empat tahun di Gedung Putih mendampingi Presiden Donald Trump merupakan momen tak terlupakan.

Pesan video berdurasi hampir tujuh menit itu disampaikan dua hari sebelum pelantikan Presiden AS terpilih, Joe Biden. Melania membuka pidatonya dengan ungkapan terima kasih kepada anggota militer, aparat penegak hukum, dan para pengasuh, yang mana mereka semua menginspirasinya sejak dia memasuki Gedung Putih pada 2017.


"Empat tahun terakhir yang tak terlupakan. Karena Donald dan saya mengakhiri waktu kami di Gedung Putih, saya memikirkan semua orang yang menempati hati saya dan kisah luar biasa terkait cinta, patriotisme, dan kebulatan tekad mereka," ujarnya, dikutip dari USA Today, Selasa (19/1).

Ibu negara kemudian beralih membahas pandemi dan dampaknya terhadap bangsa, berterima kasih pada pekerja di sektor penting seperti tenaga kesehatan dan supir truk karena peran mereka dalam menyelamatkan nyawa banyak orang.

Dia menyerukan warga Amerika agar menerapkan kehati-hatian dan akal sehat untuk melindungi orang yang rentan dan berisiko tinggi ketika vaksin Covid-19 terus didistribusikan.

Dia juga mengacu pada kerusuhan Gedung Parlemen atau US Capitol pada 6 Januari lalu, di mana pendukung Trump menyerbu gedung tersebut karena tak terima kekalahan Trump dalam pilpres. Walaupun tak secara eksplisit menyebut kerusuhan itu, Melania meminta warga Amerika untuk "mengingat bahwa kekerasan tak pernah menjadi jawaban dan tak pernah bisa dibenarkan."

Melania menutup pidato perpisahannya dengan merefleksikan tugasnya yang disebut kampanye "Be Best", yang fokus menangani isu anak-anak, termasuk kesehatan, keamanan di dunia maya, dan pelecehan atau perusakan.

Dia secara singkat berbicara tentang pencapaian kampanye Be Best di dalam negeri dan internasional sebelum meminta orang Amerika untuk menemukan bersatu.

"Saya minta setiap warga Amerika menjadi duta Be Best. Fokus pada apa yang mempersatukan kita. Untuk mengatasi apa yang memecah belah kita. Selalu mengedepankan cinta daripada kebencian, perdamaian daripada kekerasan, dan orang lain sebelum diri sendiri," pungkasnya. 

(mdk/pan)

Powered by Blogger.