Daftar Pimpinan FPI yang Pamit Undur Diri: Ramai-ramai Dukung Pemerintah

D'On, Jakarta,- Pasca dilarangnya ormas Front Pembela Islam (FPI) oleh Pemerintah, sejumlah pimpinan memilih undur diri. Hal ini setidaknya terjadi di sejumlah daerah.

Berbagai alasan dikemukakan, di antaranya patuh terhadap putusan SKB tiga menteri soal keberadaan ormas FPI. Pimpinan FPI yang pertama pamit undur diri datang dari wilayah Pekanbaru Husni Thamrin.

Dalam keterangannya melalui video yang beredar dia mengaku tidak lagi terlibat dalam segala kegiatan FPI. Adapun pengunduran dirinya itu dia katakan tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun.

“Pengunduran diri ini murni dari saya sendiri, bukan karena orang lain. Apapun yang dilakukan oleh anggota FPI Pekanbaru bukanlah tanggung jawab saya lagi,” ujarnya.

Husni Thamrin sendiri saat ini tengah menghadapi kasus pidana usai diduga membubarkan massa yang melakukan aksi menolak kedatangan Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. Dia dikenakan pasal tentang menghalangi kebebasan berpendapat.

Tak sampai di situ saja, pengunduran diri kemudian berlanjut ke sejumlah pimpinan FPI lainnya. Salah satunya seperti yang turut dilakukan oleh Ketua FPI Kabupaten Rokan Hilir Isliyanto.

Dalam video berdurasi 38 detik yang beredar, nampak Isliyanto membacakan pengunduran dirinya. Tidak hanya selaku ketua, ia juga menyatakan keluar dari FPI.

Ia menegaskan, mendukung keputusan pelarangan FPI sebagai organisasi masyarakat. “Siap mendukung keputusan pemerintah terkait SKB tentang larangan aktivitas dan atribut sekaligus pemberhentian FPI,” ujar Isliyanto dalam video tersebut.

Selain diwarnai sejumlah pengunduran diri pimpinan, sejumlah organisasi FPI di Riau juga berkompromi dengan keputusan pelarangan dan pembubaran FPI oleh pemerintah.

Sikap ini disuguhkan Ketua FPI Kabupaten Kuansing, Ustad Darmawan. Ia memilih menggelar pertemuan dengan Kapolres Kuansing dan menyatakan siap mematuhi surat keputusan bersama (SKB) para menteri tersebut.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu. Ketua FPI setempat Alih Fahmi Azis mengaku mengikuti keputusan pemerintah terkait larangan seluruh kegiatan dan penggunaan atribut FPI.


(Hops)

No comments

Powered by Blogger.