Polisi Selidiki Laporan Menkopolhukan Terkait Teroris Muda yang Ingin Serang Tokoh VVIP

D'On, Jakarta,- Mabes Polri bergerak cepat merespon informasi yang disampaikan Menko Polhukam tentang adanya dugaan pergerakan teroris muda.

Disebutkan, mereka sengaja dilatih untuk melakukan teror. Di antaranya dengan menargetkan tokoh VVIP.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (18/12/20).

Argo menyebut, saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait informasi dimaksud.

“Jadi memang tidak mudah ya dengan perkembangan teknologi yang sekarang ada,” ungkapnya.

Argo menyebut, bahwa perekrutan pra teroris muda itu dilakukan melalui internet dan dunia maya.

“Perekrutannya juga melalui dunia maya, tentunya dengan berbagai cara, modus,” kata Argo.

Kendati demikian, Argo enggan membeberkan detil terkait modus atau kelompok yang terlibat.

“Ini masih bagian dari penyelidikan Densus 88,” tandasnya.

Untuk diketahui, informasi adanya pemuda yang dilatih khusus untuk melakukan teror itu disampaikan Menko Polhukam Mahfuf MD pada Rabu (16/12) kemarin.

Mahfud menyebut, para pemuda itu dilatih di suatu tempat khusus untuk meneror VVIP.

Bahkan, Mahfud mengungkap bahwa dirinya juga mendapat foto-foto latihan dimaksud.

“Teror itu karena paham jihadis. Paham jihad yang salah,” ujarnya.

Untuk itu, Mahfud pun mengingatkan bahwa paham radikalisme saat ini kembali mulai bermunculan.

“Jadi radikalisme sedang ada di tempat kita,” ingatnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga menyatakan, bahwa para pemuda yang tengah dilatih itu dipersiapkan untuk sejumlah teror.

Mulai dari teror pengeboman, sampai kerusuhan di berbagai tempat.


(ruh/pojoksatu)

No comments

Powered by Blogger.