Ingin Independen Polri Libatkan Pengawas Eksternal dan Media dalam Usut Insiden Km 50

D'On, Jakarta,- Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri menghormati kerja tim independen dalam penyelidikan dugaan penembakan terhadap enam orang Laskar FPI di kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin dini hari, 7 Desember 2020.

Menurut dia, tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim selalu bekerja secara profesional, transparan, dan objektif dalam melakukan rekonstruksi kasus penembakan enam orang Laskar FPI di kilometer 50 pada Senin dini hari, 14 Desember 2020.

"Kita melibatkan rekan-rekan pengawas eksternal dan media," kata Listyo di Gedung Bareskrim pada Selasa, 15 Desember 2020.

Ia mengatakan, Polri telah mengundang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amnesty International, KontraS, Imparsial, dan Kompolnas RI. Namun, tim pengawas eksternal tidak ada yang hadir kecuali dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

"Polri tetap menghargai independensi rekan-rekan pengawas eksternal lainnya," ujarnya.

Selain itu, Polri setiap kegiatannya selalu didampingi oleh pengawas internal, yaitu Divisi Propam Polri. Tentunya untuk perkembangan penyelidikan selanjutnya, Polri selalu membuka ruang kepada masyarakat apabila punya informasi terkait kasus penembakan di km 50 Tol Jakarta-Cikampek.

"Polri membuka ruang apabila terdapat informasi ataupun saksi baru yang memahami dan mengetahui peristiwa yang terjadi untuk dapat dilakukan pemeriksaan, dan menjadi tambahan dalam kelengkapan penyidikan," ujarnya.

Komnas HAM telah meminta keterangan kepada berbagai pihak, antara lain FPI, saksi mata, keluarga korban, dan masyarakat. Tim pemantauan dan penyelidikan Komnas HAM juga memantau lapangan secara langsung dan memperdalam TKP.

Komnas HAM telah menemukan titik terang atas kasus penembakan terhadap enam orang Laskar FPI yang mengawal Habib Muhammad Rizieq Shihab di kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin, 7 Desember 2020.

"Puzzle terangnya peristiwa, semakin detail kami dapatkan. Dan berharap semakin banyak yang diperoleh, semakin cepat terang," kata Choirul Anam, komisioner Komnas HAM, kepada wartawan pada Minggu, 13 Desember 2020.

Menurut dia, tim penyelidik Komnas HAM mendalami hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan enam orang Laskar FPI. "Tim sedang mengkonsolidasi temuan sementara penyelidikan dari berbagai sumber, termasuk hasil olah TKP," ujarnya.

Untuk itu, Anam berharap masyarakat yang mengetahui peristiwa penembakan terhadap enam orang pengawal Habib Rizieq Shihab dapat memberikan keterangannya kepada Komnas HAM.


(VV)

No comments

Powered by Blogger.