FPI Bantah 4 Laskar Pengawal HRS Kabur, Cuma 6 Orang di Mobil

D'On, Jakarta,- Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar membeberkan kondisi jenazah 6 laskar FPI yang ditembak mati saat mengawal Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) di Tol Cikampek KM 50, Senin (7/12) dini hari.

Kesaksian Aziz Yanuar disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi III DPR RI dengan keluarga korban di gedung DPR RI, Kamis (10/12).

“Terkait kondisi jenazah, saya melihat sendiri mata sebelah kiri seperti ada bekas peluru tembus ke belakang, kemudian ketika dimandikan kondisinya hampir semua tubuh ada bekas peluru tembus ke belakang,” ucap Aziz Yanuar.

“Ada satu juga di kepala belakang telinga, kemudian ada bekas luka bakar semacam disiksa di belakang (punggung), kemudian ada juga yang terkelupas seperti terseret atau dikupas gitu kuliatnya,” sambung Aziz Yanuar.

Ia menyebut kondisi fisik jenazah 6 laksar pengawal HRS sangat memprihatinkan

“Yang jelas sangat memilukan fisiknya, seperti tadi. Dokumentasinya sudah kita siapkan,” ucapnya.

Aziz Yanuar menegaskan bahwa keluarga korban tidak mengizinkan polisi untuk melakukan otopsi dan memandikan jenazah.

“Perlu diketahui bahwa keluarga awalnya tidak pernah mengizinkan otopsi, dan kita memiliki surat pernyataan itu jelas dan juga tidak mengizinkan dimandikan, akan tetapi pihak kepolisian melakukan itu sepihak,” katanya.

Aziz Yanuar juga membantah informasi yang disampaikan polisi bahwa ada 4 orang pengawal HRS yang kabur.

“Penjelasan bahwa ada yang kabur terkait dengan kondisi-kondisi itu menurut kami itu sangat tidak logis. Dan saksi yang beriring-iringan menegaskan bahwa satu mobil itu saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa laskar yang mengawal HRS hanya 6 orang. Mobil yang digunakan laskar FPI untuk mengawal HRS juga hanya membawa 6 orang.

“Saya meluruskan bahwa menurut informasi hanya 6 orang ini memang yang syahid, dan memang 6 orang yang diangkat ke mobil. Artinya kalau ada informasi bahwa dalam satu mobil ada 10 orang itu tidak benar,” tandasnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya memastikan masih terus memburu dan mengidentifikasi empat laskar FPI yang berhasil kabur setelah melakukan penyerangan terhadap anggota Polri di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50, Senin (7/12/2020) dinihari lalu.

Dalam peristiwa itu, petugas menembak mati 6 laskar khusus FPI lainnya. Sementara 4 orang lainnya berhasil kabur.

“Petugas masih melakukan pengejaran dan pendalaman terhadap 4 pelaku yang kabur itu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, petugas masih mendalami keberadaan mereka dan mengidentifikasi keempatnya dengan meminta keterangan beberapa saksi yang ada.

“Dari keterangan beberapa saksi yang ada, ini masih didalami,” kata Yusri.


(one/pojoksatu)


Powered by Blogger.