Jokowi: 215 Negara Hadapi Permasalahan Kesehatan, Sangat-sangat Rumit

D'On, Jakarta,-  Kurva kasus Corona COVID-19 di Tanah Air terus mengalami lonjakan dan belum memperlihatkan penurunan. Presiden Joko Widodo pun kembali mengomentari persoalan ini.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan kondisi saat ini yang dihadapi sebagai tantangan berat. Kata dia, keadaan krisis yang terjadi saat ini tak hanya menimpa Indonesia.

Namun, juga terjadi terhadap belahan negara lain di dunia. Ia mengatakan, 215 negara mesti hadapi persoalan kesehatan dan ekonomi.

"215 negara harus menghadapi permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang sangat rumit, sangat-sangat rumit," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam Dies Natalis 63 Tahun Universitas Padjajaran secara virtual, Jumat, 11 September 2020.

Menurut dia, tak ada satu pun negara yang siap dan punya pengalaman menghadapi virus corona. Imbasnya sudah terlihat pada sektor kesehatan dan juga perekonomian negara.

Ia kembali mengingatkan, seluruh elemen masyarakat harus memulai cara kerja dan budaya baru dalam beraktivitas.

Jokowi menekankan dengan kondisi saat ini maka harus ada standar aktivitas kehidupan. Jika dulu dinilai tak wajar maka saat ini sudah jadi keharusan.

"Mindset kita harus berubah, budaya kerja kita harus berubah, cara kerja kita juga harus berubah dalam kehidupan sehari-hari. Banyak perubahan dalam standar keseharian kita yang dulu dianggap tidak wajar, sekarang justru harus menjadi keharusan," ujarnya.

Lanjut Jokowi, perubahan budaya itu, juga saat berkomunikasi dengan setiap orang. Kata dia, penggunaan masker, dan bekerja dari rumah sudah dilakukan untuk menghindari penyebaran virus.

"Dan semua yang dulu dianggap tidak wajar, sekarang ini menjadi keharusan. Standar normalitas telah berubah, bukan hanya normalitas terkait kesehatan, tetapi normalitas budaya kerja dan cara kerja," kata dia.

Mengutip data worldometers.info, Indonesia saat ini ada di posisi 23 dari 215 negara yang terpapar virus Corona. 

Dari data itu per Jumat, 11 September 2020, pukul 11.54 WIB, ada 207.203 kasus positif di Tanah Air. Pun, angka kematian di Indonesia sudah mencapai 8.456 orang.

(lis/VV)

No comments

Powered by Blogger.