83 Warga Tewas Tersambar Petir, Pemerintah Berikan Santunan Rp 74 Juta Kepada Ahli Waris

D'On, India,- Tidak hanya virus corona. Petir telah menjadi pembunuh massal di India. Seperti terjadi Kamis (25/6/2020).

Setidaknya 83 warga desa tewas tersambar petir dalam satu hari yang mengerikan di Bihar. Sebagian besar penduduk desa sedang berada di sawah untuk menanam padi.

Sebuah laporan yang diterima dari kantor menteri utama Bihar Nitish Kumar mengatakan, petir menyerang sebanyak 23 dari 38 distrik negara bagian.

Sebanyak 13 korban dari sambaran petir dilaporkan dari distrik Gopalganj. Diikuti masing-masing 8 di Madhubani dan Nawada, 6 di Siwan dan Bhagalpur, 5 di Champaran Timur dan Banka, 3 di Khagaria dan Aurangabad, 2 masing-masing di Champaran Barat, Kishanganj, Distrik Jehanabad, Jamui, Purnia, Supaul, Buxur dan Kaimur.

Ketua menteri menyampaikan kesedihan atas insiden tersebut dan mengumumkan kompensasi sebesar Rs400.000 atau sekitar Rp74,6 juta kepada keluarga korban.

Ketua menteri juga mengimbau kepada penduduk desa untuk tidak keluar dari rumah mereka selama cuaca buruk. Warga diminta mengikuti nasihat yang dikeluarkan departemen manajemen bencana.

Sementara itu, departemen meteorologi telah mengeluarkan peringatan untuk hujan lebat di 18 distrik Bihar selama 72 jam ke depan. Memperingatkan akan terjadi banjir hebat di banyak daerah. Sebagian besar kabupaten yang mengeluarkan peringatan jatuh di Bihar timur dan utara.

Sementara itu, di Uttar Pradesh, di tengah krisis virus corona yang sedang berlangsung, 24 orang tewas dalam serangan kilat di negara bagian itu di tengah hujan lebat dan badai. Dari mereka, sembilan meninggal di distrik Deoria saja.

(mond/RKC)

No comments

Powered by Blogger.