Jangan Ditiru! Inilah 5 Kaum yang Dibinasakan Allah dalam Al-Quran


Dirgantaraonline.co.id,- Al-Qur'an sebagai kitab suci Umat Islam tidak hanya menjadi pedoman dalam melakukan berbagai hal dalam kehidupan seperti beribadah, berperilaku, dan berakhlaq tetapi juga ada cerita-cerita tentang nabi, rasul, dan kaum-kaum terdahulu.

Di dalam Al-Qur'an, ada beberapa kaum yang disebutkan memiliki akhlak dan perilaku tercela seperti menyekutukan Allah (Musyrik), mengingkari ajaran para nabi dan rasul-Nya, hingga melakukan perbuatan yang melampaui batas sehingga menuai azab dan siksa hingga binasa.
Kaum menyimpang apa sajakah itu? Berikut 5 di antaranya sekaligus menjadi pelajaran untuk kita semua. 

1. Kaum Nabi Nuh

Awalnya kaum Nabi Nuh a.s. tergolong kaum yang beriman kepada Allah, sampai akhirnya mereka terjerumus dalam jurang kesyirikan lantaran mereka terlalu mengkultuskan tokoh-tokoh masyarakat yang dikenal saleh sehingga mereka membuat patung-patung untuk disembah.
Allah mengutus Nabi Nuh a.s. sebagai rasul untuk meluruskan perbuatan mereka yang menyimpang dan sudah berlebihan dalam memuja orang-orang saleh tersebut. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah berikut. 
وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Wa qālụ lā tażarunna ālihatakum wa lā tażarunna waddaw wa lā suwā'aw wa lā yagụṡa wa ya'ụqa wa nasrā
Arti : Dan mereka berkata: "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwwa', yaghuts, ya'uq dan nasr. (QS. Nuh: 23)

Namun yang terjadi, mereka malah mengejek dan menentang ajaran Nabi Nuh a.s., termasuk istri dan anaknya yang bernama Kan'an bahkan mereka semakin durhaka kepada Allah sehingga turunlah azab berupa banjir besar yang menenggelamkan semuanya yang ingkar. Hal ini seperti yang disebutkan dalam Firman Allah yang berbunyi
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمْ ظَٰلِمُونَ
Wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa labiṡa fīhim alfa sanatin illā khamsīna 'āmā, fa akhażahumuṭ-ṭụfānu wa hum ẓālimụn
Arti: Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Ankabut:14)

Sedangkan Nabi Nuh a.s. dan kaumnya yang beriman, termasuk ketiga anaknya yang bernama Sam, Ham, dan Yafits diselamatkan oleh Allah setelah Nabi Nuh a.s. diperintahkan oleh-Nya untuk membuat sebuah bahtera atau kapal dan setelah kapal itu selesai, mereka menaiki kapal itu beserta sepasang binatang ke dalamnya. 

2. Kaum 'Ad

Kaum 'Ad adalah kaum yang didakwahi oleh Nabi Hud a.s. Mereka dikenal sebagai kaum yang makmur dan sejahtera karena hasil pertaniannya yang melimpah ruah dan memiliki peradaban tinggi.

Namun mereka juga dikenal karena mereka tidak mau menyembah Allah dan justru mereka menyembah patung berhala sehingga Allah mengutus Nabi Hud a.s. untuk menyerukan kebenaran kepada kaum 'Ad seperti yang difirmankan Allah dalam surat Hud ayat 50 yang berbunyi. 
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ
Wa ilā 'ādin akhāhum hụdā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, in antum illā muftarụn
Arti: Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja. (QS. Hud:50)

Namun yang terjadi justru sebaliknya, mereka malah semakin menjadi-jadi dan durhaka kepada Allah dan terus-menerus mencela Nabi Hud a.s. dan ajarannya sehingga Allah menurunkan awan hitam yang sempat disangka sebagai pertanda datangnya hujan karena negeri mereka mengalami kekeringan panjang namun yang terjadi adalah angin topan dahsyat yang membinasakan semuanya.
Kejadian ini seperti yang difirmankan Allah dalam Surat Al-Haqqah ayat 6-8 yang artinya: 
Adapun kaum `Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS. Al-Haqqah:6-8)

3. Kaum Tsamud

Nabi Sholeh a.s. diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Tsamud yang dikenal memiliki keahlian memahat bebatuan dan bukit menjadi rumah dan bangunan namun mereka sangat sombong dan suka berfoya-foya.

Kemudian, Allah menurunkan mukjizat kepada Nabi Sholeh berupa seekor unta betina yang keluar dari celah bebatuan. Unta tersebut memberi manfaat bagi penduduk Tsamud sehingga ada beberapa yang beriman dan mengikuti ajaran Nabi Sholeh a.s.
وَيَٰقَوْمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
Wa yā qaumi hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābung qarīb
Arti: Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat (QS. Hud:64)

Namun kemudian sebagian besar dari mereka malah semakin mengingkari kebesaran Allah dan membunuh unta itu sehingga Allah menurunkan azab berupa wajah mereka berubah menjadi kuning di hari pertama, hari kedua menjadi merah, hari ketiga menjadi hitam, dan di hari keempat turunlah azab yang keras. 
كَأَن لَّمْ يَغْنَوْا۟ فِيهَآ ۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَا۟ كَفَرُوا۟ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّثَمُودَ
Ka`al lam yagnau fīhā, alā inna ṡamụda kafarụ rabbahum, alā bu'dal liṡamụd
Arti: Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. (QS. Hud:68)

Sedangkan Nabi Sholeh a.s. dan kaumnya yang beriman diselamatkan oleh Allah dari azab yang pedih terhadap kaum Tsamud. 

4. Kaum Sodom

Nabi Luth diutus oleh Allah kepada kaum Sodom yang sudah melakukan penyimpangan yang sangat parah bahkan tidak pernah dilakukan oleh kaum sebelumnya, yakni suka melakukan hubungan sesama jenis atau homoseksual. Perbuatan mereka diabadikan oleh Allah lewat Firman-Nya yang berbunyi. 
أَتَأْتُونَ ٱلذُّكْرَانَ مِنَ ٱلْعَٰلَمِينَ
وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ
A ta`tụnaż-żukrāna minal-'ālamīn Wa tażarụna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qaumun 'ādụn 
Arti: Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas (QS. As-Shu'ara: 165-166)

Namun mereka malah tidak mau mendengarkan seruan Nabi Luth untuk meninggalkan perbuatan hina tersebut, malahan mereka menghasut istri Nabi Luth yang bernama Walihah untuk membocorkan keberadaan dua tamu laki-laki.

Keduanya ternyata adalah jelmaan malaikat yang mengabarkan akan datangnya azab bagi penduduk Sodom sekaligus memerintahkan Nabi Luth dan pengikutnya untuk pergi meninggalkan negeri itu tanpa sekalipun menoleh ke belakang. Azab yang menimpa kaum Sodom diceritakan dalam Firman Allah yang berbunyi

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِىَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ بِبَعِيدٍ
Fa lammā jā`a amrunā ja'alnā 'āliyahā sāfilahā wa amṭarnā 'alaihā ḥijāratam min sijjīlim manḍụd Musawwamatan 'inda rabbik, wa mā hiya minaẓ-ẓālimīna biba'īd 
Arti:
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. (QS. Hud: 82-83)

Dari ayat tersebut, diceritakan bahwa Azab Allah kepada mereka berupa tanah negeri mereka dijungkirbalikkan dari atas ke bawah lalu dihujani bebatuan secara bertubi-tubi hingga seluruhnya luluh lantak. Konon katanya, Laut Mati yang berada di Yordania dahulu merupakan bekas negeri Sodom. 

5. Kaum Madyan dan Aikah

Nabi Syuaib diutus oleh Allah untuk berdakwah kepada kaum Madyan yang dikenal suka melakukan kecurangan dalam berdagang berupa mengurangi takaran dan mencurangi timbangan. Selain itu, mereka juga dikenal sering mencegat dan menyerang orang-orang yang hendak beribadah. Allah mengabadikan diutusnya Nabi Syuaib dalam Surat Al-A'raf ayat 85 yang berbunyi. 

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُوا۟
ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن
كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Wa ilā madyana akhāhum syu'aibā, qāla yā qaumi'budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, qad jā`atkum bayyinatum mir rabbikum fa auful-kaila wal mīzāna wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā tufsidụ fil-arḍi ba'da iṣlāḥihā, żālikum khairul lakum ing kuntum mu`minīn
Arti: Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al-A'raf:85)

Sebenarnya, kaum Madyan dikenal sebagai kaum yang pandai karena kemampuannya mengubah perbukitan batu menjadi bangunan atau rumah seperti Kaum Tsamud tetapi karena mereka keras kepala dan tidak mau mengikuti ajaran Nabi Syuaib, mereka ditimpakan azab berupa gempa dahsyat hingga mereka mati di rumah mereka masing-masing seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al-A'raf ayat 91 yang berbunyi.
فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ
Fa akhażat-humur-rajfatu fa aṣbaḥụ fī dārihim jāṡimīn
Arti: Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.(QS. Al-A'raf: 91)

Selain kepada kaum Madyan, Nabi Syuaib juga diutus untuk berdakwah kepada kaum Aikah yang selalu berbuat kesyirikan berupa menyembah pepohonan dan hutan lebat dan sering mendustakan ajaran Nabi Syuaib sehingga Allah menurunkan azab berupa awan hitam panas yang sangat menyiksa dan sumur-sumur mereka mengering hingga seluruh penduduk Aikah mati seketika. Allah Berfirman dalam surat Qaf ayat 14 tentang kejadian ini yang berbunyi. 

وَأَصْحَابُ الأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ
Wa aṣ-ḥābul-aikati wa qaumu tubba', kullung każżabar-rusula fa ḥaqqa wa'īd
Arti: Dan penduduk Aikah serta kaum Tubba' semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (QS. Qaf:14)

Itulah kelima kaum terdahulu yang dibinasakan oleh Allah karena perbuatannya yang menyimpang dari perintah-Nya dengan azab yang pedih. Sebenarnya masih banyak kaum-kaum terdahulu yang belum disebutkan. Namun, alangkah baiknya kita semua mengambil pelajaran dari kisah-kisah kaum terdahulu supaya kita jangan meniru segala bentuk penyimpangan yang dulu pernah mereka lakukan.

Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan buruk serta mendapat perlindungan dan rahmat dari Allah SWT. Aamiin. 

(Abu Khalil)

No comments

Powered by Blogger.