Amien Rais “Direndahkan” Elite PAN: Anggap Ini Ujian

D'On, Jakarta,- Amien Rais geram bukan main saat ada elite PAN yang menyebutnya sengkuni telah keluar dari partai bersamanya.

Mantan pendiri PAN itu akhirnya berusaha memahami apa yang telah terjadi di partainya pasca Kongres Kendari yang mengukuhkan Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum.

“Anggap saja ini ujian bagi yang berpuasa. Sejarah akan mencari bentuk kebenarannya. Semoga yg bersangkutan, diberikan kesehatan, dan dirahmati Allah selama bulan Ramadan. Amin.” ujarnya melalui akun Twitter, Rabu (13/5/2020).

Sindiran bagi Amien Rais itu diucapkan Wakil Bendahara Umum DPP PAN Rizki Aljupri melalui keterangan tertulisnya usai terjadi perpecahan di tubuh partai dan muncul gerakan pembentukan partai baru.

Bagi Amien, arah PAN sebagai partai yang didirikan untuk merespon kekuasaan telah jauh dari khittah didirikannya.

Bahkan ia menyaksikan perubahan arah itu dari dalam sebagai salah satu pendiri utama partai.

“Sebagai salah satu pendiri utama PAN, tentu kmi lebih tau khittah, ghiroh dan tuntutan sejarah berdirinya PAN. Daya kritis partai terhadap praktek kekuasaan, adalah bagian dari inti kesejarahan berdirinya PAN,” ujarnya.

“Dan hari ini, tentu rakyat dan umat bertanya, dimna giroh itu? Khittah? Tuntutan sejarah?” ucapnya lagi.

Dapat dipahami Amien kecewa dengan sikap PAN yang dianggapnya kini lebih banyak condong pada sikap kekuasaan yang menindas. Sikap-sikap bahkan sudah tak dapat diluruskan lagi karena elite-elite partai sudah sedemikian solid terbentuk di dalamnya.

Buntutnya, putranya yang juga kader utama PAN, Hanafi Rais, mundur dari keanggotaan PAN dan juga dari parlemen di mana ia menduduki jabatan Ketua Fraksi.

Mundurnya Hanafi dinilai banyak kalangan sebagai imbas dari tidak kondusifnya internal partai pascakongres PAN di Kendari di mana Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua Umum.

Saat itu Amien Rais bukan bagian dari orang yang sepakat mendukukung Zulhas kembali sebagai Ketua Umum.

(mond/pojoksatu)

No comments

Powered by Blogger.