Meski Pandemi Covid-19, ISIS Masih Beraksi Bunuh 18 Pasukan Pemerintah di Suriah


D'On, Suriah,- Ekstremis ISIS pada Kamis membunuh sedikitnya 18 pasukan pemerintah dalam sebuah serangan di Suriah tengah.

Pasukan pro pemerintah yang didukung serangan udara Rusia bertarung dengan ekstremis ini di wilayah pinggiran kota Al Sukhna, Provinsi Homs. Demikian disampaikan Pemantau HAM Suriah, dilansir dari Alarabiya, Jumat (10/4).
Serangan udara dan pertempuran itu menewaskan 11 pejuang ISIS.

"Penerbang Rusia terlibat untuk menghentikan anggota ekstremis itu menuju dan mengambil alih kota," kata Kepala Pemantau HAM berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman.

Pasukan pemerintah Suriah mengambil alih Al Sukhna dari ISIS pada 2017.

Abdel Rahman mengatakan, serangan pada Kamis itu adalah serangan paling mematikan sejak Desember, ketika anggota ISIS menyerang tentara garnisun di sebuah fasilitas gas di timur kota Homs, menewaskan empat warga sipil dan 13 tentara atau anggota milisi.

ISIS mendeklarasikan negara khilafah di beberapa wilayah Suriah dan Irak pada 2014. Setelah pertarungan bertahun-tahun melawan kelompok teroris ini, pasukan yang didukung Amerika Serikat akhirnya berhasil memukul mundur ISIS dari wilayah terakhirnya di Suriah timur setahun lalu.

Namun pejuang ISIS masih berada di gurun Badia yang membentang di Suriah melintasi Provinsi Homs dan wilayah timur dekat dengan perbatasan Irak.

Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 380.000 orang dan menelantarkan jutaan lainnya sejak perang pecah pada 2011.

(Alarabiya/merdeka.com)

No comments

Powered by Blogger.